Babinsa Desa Sidan Hadiri Upacara Ngeroras Nyekah, Wujud Kepedulian TNI terhadap Tradisi Adat

 

Gianyar – Sidan Jumat (2/1/2026)

Sebagai bentuk nyata kedekatan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Desa Sidan Koramil 1616-01/Gianyar, Serka I Wayan Mardika, menghadiri kegiatan Upacara Ngeroras Nyekah Kurung (Atma Wedana) yang diselenggarakan di Banjar Blahpane Kaja, Desa Sidan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.

 

Kehadiran Babinsa Desa Sidan dalam kegiatan adat dan keagamaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial, khususnya dalam menjalin dan memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat di wilayah binaan. Pada kesempatan tersebut, Serka I Wayan Mardika hadir bersama Bhabinkamtibmas Desa Sidan, Aiptu Dewa Nyoman Oka Yasa, sebagai wujud sinergi TNI–Polri dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat agar berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

 

Upacara Ngeroras Nyekah Kurung dilaksanakan di rumah Kelian Dinas Blahpane Kaja, I Wayan Agus Sandiasa, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan desa serta tokoh adat dan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel Desa Sidan I Made Sukrasuyasa, S.Sos, Bendesa Adat Sidan I Wayan Sukigra, Ketua BPD Desa Sidan I Gusti Kompeyang Puja, Sekretaris Desa beserta staf Desa Sidan, para Kelian Dinas se-Desa Sidan, serta Kelian Adat Blahpane Kaja.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan, Babinsa Desa Sidan tampak aktif berbaur dan berkomunikasi dengan masyarakat serta tokoh adat setempat. Kehadirannya tidak hanya sebagai undangan semata, namun juga sebagai bentuk dukungan moril serta perhatian TNI terhadap pelestarian nilai-nilai luhur adat, budaya, dan kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat Bali.

 

Upacara Ngeroras Nyekah merupakan bagian penting dari rangkaian Pitra Yadnya dalam ajaran Hindu Bali, yaitu upacara penyucian roh (atma) setelah pelaksanaan Ngaben atau kremasi. Upacara ini bertujuan untuk membebaskan roh leluhur dari ikatan duniawi agar dapat menuju alam yang lebih tinggi dan disucikan menjadi Dewa Pitara. Dalam prosesi tersebut, dilakukan pembuatan sekah atau simbol badan roh dari daun beringin, yang selanjutnya dibawa ke pura untuk disucikan sebagai bagian dari penyempurnaan atma.

 

Istilah Ngeroras, Nyekah, Maligia, Atmadana, hingga Memukur merupakan sebutan atau tingkatan dalam rangkaian upacara penyucian atma pasca-Ngaben, yang pada hakikatnya bertujuan untuk menyempurnakan roh leluhur agar mencapai tingkat kesucian tertinggi.

 

Serka I Wayan Mardika menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat dan keagamaan merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya serta sarana mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. “Melalui kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis, serta semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

 

Dengan adanya sinergi yang solid antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan tokoh adat, pelaksanaan upacara Ngeroras Nyekah Kurung di Desa Sidan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, sekaligus menjadi wujud pelestarian budaya luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Letkol Kav Rizal Wijaya Pastikan Kesiapan Dapur Makan Bergizi Gratis di Gianyar

Pantau Proyek IPLT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pastikan Situasi Kondusif

Dukung Pembangunan IPLT, Babinsa Tekankan Pentingnya Kamtibmas di Wilayah Binaan